Universitas Muhammadiyah Palopo memiliki kebijakan Catur Darma Perguruan Tinggi dengan menambahkan Al-Islam Kemuhammadiyahan sebagai darma keempat. Kebijakan ini kemudian dijabarkan dalam mata kuliah wajib universitas, yakni Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) yang wajib diikuti baik oleh mahasiswa muslim dan non-muslim. Kajian ini mengungkap dua hal; (1) kebijakan Al-Islam Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa non-muslim; dan (2) model pembelajaran AIK bagi mahasiswa non-muslim; Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan observasi dan wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi. Temuan penting penelitian adalah (1) mahasiswa non-muslim diwajibkan mengikuti mata kuliah AIK, dosen tetap memperhatikan proporsi dan materi yang disajikan dan lokalitasnya; dan (2) Model pembelajaran AIK melalui; pertama, rules of study, mengubah pendekatan doktrin menjadi dialogis. Kedua, pola Comparative Holly-Text dengan memberikan ruang kepada mahasiswa non-muslim untuk mengelaborasi suatu tema dengan pemahaman kitab sucinya. Ketiga, melalui tutor sebaya yang memberikan iklim positif bagi interaksi senior dan yunior. Implikasi dari penelitian ini adalah adanya ruang perjumpaan (melting plot) bagi mahasiswa yang berbeda agama untuk saling berinteraksi dan memahami satu sama lain.
Copyrights © 2020