Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi kuasa-pengetahuan yang dibangun Pu Sindok untuk menundukkan kaum pemburu burung dan binatang pada abad X. Pada awalnya, perburuan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perut. Pada masa kerajaan kuno, berburu menjadi kesenangan dan memenuhi kebutuhan ekonomi. Oleh sebab itu, Pu Sindok menetapkan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi baik oleh pemburu maupun profesi yang berkaitan dengan perburuan lainnya sebagai kontrol atas perburuan. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah dengan pendekatan Arkeologi untuk mengungkap perburuan burung dan binatang lainnya melalui peninggalan dari masa Pu Sindok. Penelitian menunjukkan, Pu Sindok membangun pengaruh melalui prasasti-prasasti di wilayah Kerajaan Medang, Jawa Timur. Hewan buruan seperti burung menjadi komoditas ekspor kerajaan tersebut. Pu Sindok membuat beberapa ketetapan dalam prasastiyang mengandung diskursus untuk membatasi perburuan, menjaga kelestarian lingkungan alam, dan memperkuat kekuasaan-otoritas di wilayah Kerajaan Medang dan sekitarnya. Kehidupan sosial, politik, budaya, dan ekonomi pada masa Pu Sindok menjadi lebih stabil.
Copyrights © 2021