STOVIA didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1849, yang ketika itu bernama Dokter Djawa School. Semasa STOVIA masih eksis ada satu peristiwa yang cukup menyita perhatian karena besarnya dampak yang ditimbulkan. Peristiwa itu adalah penyebaran wabah flu Spanyol yang menyebabkan 1,5 juta sampai 4,37 juta rakyat Hindia-Belanda meninggal. Pada periode tersebut peran dan kontribusi dari para tenaga medis dibutuhkan oleh segenap rakyat. Para dokter pribumi alumni STOVIA menjadi orang yang merasa paling memiliki tanggung jawab untuk ikut serta menangani pandemi. Penelitian historis dengan pendekatan sosiologis akan digunakan untuk mengkaji kontribusi para dokter pribumi alumni STOVIA dalam penanganan pandemi flu Spanyol di Hindia Belanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi para dokter ini tidak terbatas dalam bidang medis, tetapi juga dalam bidang sosial, akademik, dan politik.
Copyrights © 2021