Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola pergerakan penglaju asal Kota Depok. Populasi pada penelitian adalah 395.093 penglaju asal Kota Depok dan sampel pada penelitian sejumlah 100 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data survei. Hasil penelitian ini menunjukkan penglaju asal Kota Depok berdasarkan statusnya terdiri dari penglaju bekerja (pekerja dan pedagang) dan penglaju sekolah (siswa dan mahasiswa). Pola pergerakan spasial penglaju yang ditemui pada pada penelitian ini mayoritas menuju DKI Jakarta sebanyak 97 persen sedangkan sisanya menuju Tangerang Selatan. Berdasarkan karakteristik wilayahnya, pola pergerakan spasial berasal dari wilayah suburban menuju ke pusat kota dan dari suburban menuju suburban. Sebanyak 40 persen penglaju memiliki wilayah tujuan ke arah Central Business Distict (CBD) Jakarta terutama penglaju bekerja. Rata – rata jarak pergerakan adalah 26 kilometer. Kemudian pola pergerakan non spasial berkaitan dengan moda transportasi yang utama digunakan yaitu Sepeda Motor (43%) dan KRL Commuter Line (37%). Rata – rata durasi perjalanan adalah 86 menit. Seiring meningkatnya jarak pengguna kendaraan umum meningkat khususnya penglaju wanita. Responden yang menggunakan kendaraan umum ialah transit choice user berkaitan dengan dekatnya lokasi tempat tinggal dengan fasilitas transportasi, yakni mereka yang bertempat tinggal <5 km dari fasilitas transportasi.
Copyrights © 2020