Perilaku bunuh diri seringkali kita temui di banyak media dan seringkali banyak diantara kita mempertanyakan mengapa perilaku itu muncul. Masyarakat Indonesia berpandangan bahwa perilaku bunuh diri terjadi karena mereka adalah individu yang memiliki iman yang lemah. Padahal orang-orang yang melakukan tindakan bunuh diri sebelumnya sudah berusaha mencari ketenangan secara spiritual, namun tidak menemukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dan sejauh apa agama dapat melakukan kontrol terhadap orang-orang yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri dan bagaimana stigma masyarakat mengenai orang-orang yang sudah melakukan perilaku bunuh diri melalui kacamata 6 (enam) agama di Indonesia. Hasil dari jurnal ini menunjukkan bahwa setiap agama dan kepercayaan sudah memberikan perintah atau larangan untuk perilaku bunuh diri, namun ada faktor pencegah yang dianggap mampu yakni dukungan sosial dan hubungan keluarga sehingga pikiran atau keinginan untuk bunuh diri dapat dicegah.
Copyrights © 2020