Praoperasi merupakan stressor yang dapat menyebabkan kecemasan. Salah satu tindakan untuk menurunkan kecemasan dengan pemberian teknik relaksasi napas dalam. Berdasarkan studi pendahuluan  hasil wawancara dengan pasien menunjukkan sebanyak 80% mengalami kecemasan. Metode penelitian ini adalah quasi eksperimen kelompok perlakuan 20 orang dan kelompok kontrol 20 orang, dengan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HRS-A. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian dengan Uji Wilcoxon rerata skor kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam adalah 27,1 ± 8,24 dan rerata skor kecemasan sesudah dilakukan teknis relaksasi napas dalam adalah 11,5 ± 4,72. Setelah dilakukan uji beda didapatkan nilai p=0,000, terdapat perbedaan yang  bermakna skor kecemasan antara sebelum dan setelah dilakukan pemberian teknis relaksasi napas dalam. Dan hasil uji Mann-Whitney rerata skor kecemasan pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 11,5  ± 4,72, sedangkan pada kelompok yang tidak diberikan teknik relaksasi napas dalam adalah 25,6 ± 4,73. Setelah dilakukan uji beda didapatkan perbedaan yang sangat signifikan (p=0,000), antara pasien preoperasi yang diberikan teknik relaksasi napas dalam dan yang tidak diberikan teknik relaksasi napas. Perawat diharapkan memberikan teknik relaksasi napas dalam untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien praoperasi.
Copyrights © 2015