Komunikasi dan bahasa memiliki kaitan erat. Bahasa merupakan alat berkomunikasi. Di satu sisi, penggunaan bahasa dalam berkomunikasi mampu mempengaruhi pertumbuhan bahasa. Misalnya, yang terlihat dalam perkembangan media sosial. Proses komunikasi di media sosial melahirkan sebuah fenomena kebahasaan, yaitu munculnya kata-kata baru atau yang disebut dengan neologisme. Kehadiran neologisme dalam berkomunikasi tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan bahasa. Neologisme tersebut juga dapat mempengaruhi proses komunikasi sebab dalam berkomunikasi, partisipan (orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi tersebut) harus mampu memahami bahasa yang digunakan dan unsur terkecil dari bahasa tersebut berupa kata. Untuk itu, perlu dilakukan penelitian dengan sudut pandang kebahasaan terkait neologisme yang digunakan dalam berkomunikasi di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk kreasi neologisme yang digunakan dalam media sosial serta makna kata tersebut dalam kaitannya dengan proses komunikasi. Penelitian ini merupakan studi tentang terapan inovasi leksikal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tampak berbagai kreasi penciptaan neologisme yang umumnya berbentuk kata dasar. Hal ini menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi, pengguna bahasa membutuhkan sebuah simbol bahasa yang lebih ringkas untuk menyampaikan suatu pesan. Meski demikian, bentuknya lebih ringkas, terdapat kerumitan khusus dalam bentuk neologisme yang digunakan dalam media sosial. Kerumitan tersebut merupakan ciri khusus yang dapat mengidentifikasi pengguna media sosial dalam suatu budaya popular.Kata Kunci : Komunikasi, Neologisme, Media Sosial
Copyrights © 2021