Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai selalu menuai pro dan kontra. Media dalam hal ini memegang peranan penting dalam menciptakan citra PLTN. Adapun saat ini media online turut menjadi wadah untuk mengomunikasikan diskursus pembangunan PLTN. Melalui paradigma kritis, penelitian ini memiliki asumsi bahwa diskursus yang dibangun oleh media online turut dipengaruhi oleh berbagai macam pihak dan dimensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana diskursus pembangunan PLTN dibingkai oleh media, menggambarkan intervensi berbagai aktor serta dimensi sosial dan budaya dalam memproduksi diskursus tersebut. Analisis wacana kritis model Norman Fairclough diaplikasikan pada beberapa diskursus pembangunan PLTN untuk mencapai tujuan penelitian tersebut. Selain itu, analisis framing W. A. Gamson digunakan dalam menganalisis dimensi teks sehingga dapat dilihat package atau tema dalam suatu diskursus. Penelitian ini menyajikan 5 package mengenai bingkai diskursus mengenai pembangunan PLTN dari berbagai media online. Adapun penelitian ini menggambarkan adanya indikasi mengenai campur tangan industri batu bara terhadap produksi diskursus. Pemerintah turut memberikan andil karena mempunyai relasi kekuasaan dengan industri batu bara yang menopang program kerjanya. Selain itu, praktik diskursus ini turut didukung oleh adanya konglomerasi dan penggunaan kekuasaan oleh pemerintah. Penelitian selanjutnya dapat memetakan bagaimana kekuatan media yang pro dan kontra terhadap pembangunan PLTN melalui pendekatan kuantitatif.
Copyrights © 2020