Covid-19 membuat cara berpikir dan bertindak manusia berubah dalam banyak hal, termasuk dalam belajar dan penghayatan terhadap nasionalisme. Tujuan dari penelitian ini untuk menilai dan membuktikan adakah pengaruh positif antara Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan komunikasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan jiwa nasionalisme mahasiswa dalam menghadapi Covid-19. Menggunakan pendekatan kuantitatif, data dianalisis dengan teknik analisis regresi linear berganda dengan mengukur tiga variabel, yaitu Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan komunikasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebagai variabel independen serta jiwa nasionalisme mahasiswa menghadapi Covid-19 sebagai variabel dependen. Sumber data diperoleh dari 100 orang mahasiswa FISIP UMJ sebagai responden melalui kuesioner dan diukur dengan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial PKn berpengaruh positif terhadap semangat kebangsaan/nasionalisme mahasiswa menghadapi Covid-19 dan secara parsial PPJ tidak berpengaruh terhadap semangat kebangsaan/nasionalisme mahasiswa menghadapi Covid-19. Namun secara simultan (bersama-sama) PKn dan PPJ berpengaruh terhadap nasionalisme mahasiswa menghadapi covid-19. Dengan demikian diharapkan pihak-pihak yang berkepentingan baik Pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat umum dapat menaruh perhatian yang lebih besar terhadap PKn karena terbukti dapat memperkuat jiwa nasionalisme mahasiswa menghadapi ancaman dan tantangan dari dampak Covid-19 pada tanah air Indonesia.
Copyrights © 2020