Penelitian ini mengkaji tentang berbagai Kuliner tradisional masyarakat Khas Kalimantan Selatan. Makanan sendiri bukan sekedar produk organisme dengan kualitas biokimia yang dikonsumsi manusia, tetapi makanan merupakan bagian dari upaya mempertahankan hidup yang juga ditentukan oleh kebudayaan masing-masing daerah. Keberadaan makanan atau Kuliner Khas Kalimantan Selatan sekarang sudah mulai tidak dikenal oleh generasi muda seiring dengan masuknya berbagai produk makanan impor. Generasi sekarang sudah tidak lagi memahami makna dan kearifan lokal dari makanan daerah. Hasil penelitian ini menemukan bahwa ada beberapa makanan atau kuliner Khas Kalimantan Selatan yang masih berkembang, berdasarkan hasil wawancara dan angket adalah 4 kriteria: Harga (C1), Rasa (C2), Kemudahan Akses Ke Lokasi (C3), Daya Tahan Makanan (C4) dan produk makan yang digunakan adalah 4 Alternatif: Soto Banjar (V1), Nasi Itik Gambut (V2), Ketupat Kandangan (V3), Lontong Orari (V4). Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Metode SAW didapatkan kuliner Soto Banjar menempati urutan pertama dengan nilai sebesar 0,889. Lontong Orari menempati menempati urutan kedua dengan nilai sebesar 0.847, Ketupat Kandangan urutan ketiga dengan nilai sebesar 0,816, dan Nasi Itik Gambut sebagai urutan keempat dengan nilai sebesar 0,797 dan Hasil perhitungan dengan menggunakan Metode SMART di dapatkan kuliner Soto Banjar menempati urutan pertama dengan nilai sebesar 0.7, ketupat kandangan menempati urutan kedua dengan nilai sebesar 0.51, Lontong Orari menempati urutan ketiga dengan nilai sebesar 0,37, dan Nasi Itik Gambut sebagai urutan keempat dengan nilai sebesar 0,3 Keyword: Kuliner Khas Kalimantan Selatan, Sistem Pendukung Keputusan, Simple Additive Weighting (SAW),Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART)
Copyrights © 2020