Selera penonton dalam sebuah seni pertunjukan tidak dapat diukur. Akan tetapi, dengan membuat suatu label dalam pertunjukan yang unik dan memiliki ciri khas dapat menciptakan citra dan identitas tersendiri sehingga dapat menarik minat penonton. Hal itu dapat mencegah penurunan minat penonton terhadap sebuah seni pertunjukan. Apalagi ketika tim pengelola menyentuh sisi emosional penonton untuk menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan dengan menggunakan experiential marketing. Experiential marketing dapat memunculkan sensasi penonton ketika menonton sebuah pertunjukan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data akan dilakukan dengan melakukan wawancara secara mendalam terhadap beberapa narasumber, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan untuk mengetahui experiential marketing pada pertunjukan drama musikal Hamlet melalui kelima dimensi experiential marketing. Dimensi sense yang menunjukan visual dari pertunjukan drama musikal Hamlet sehingga menciptakan pengalaman penonton melalui panca indera. Dimensi feel memunculkan rasa positif penonton ketika melihat pertunjukan drama musikal Hamlet. Think memunculkan pikiran kritis terhadap pertunjukan drama musikal Hamlet. Act yaitu hal yang dilakukan yang menghasilkan sebuah pencapaian. Relate menghasilkan sebuah feedback yang baik.Penelitian ini dapat bermanfaat bagi pencipta karya maupun pengelola acara seni khususnya seni pertunjukan. Serta sebagai referensi bagi peneliti yang akan membahas topik experiential marketing dalam seni pertunjukan.Kata kunci : Experiential Marketing, Seni Pertunjukan, Drama Musikal
Copyrights © 2021