Keputusan alokasi aset adalah bagian dari proses investasi yang dinamis, tidak satu kali yang di awal investasi saja kemudian dilupakan. Penelitian ini menggunakan model portofolio optimal Markowitz yang menekankan pada hubungan imbal hasil dan risiko investasi. Data yang digunakan adalah harga saham bulanan dari tahun 2011 sampai 2015. Saham yang tercatat di BEI terdiri dari 525 saham dan setelah dilakukan seleksi berdasarkan batasan penelitian maka diperoleh 392 saham yang diklasifikasikan ke dalam sembilan sektor industri yang akan digunakan dalam penelitian ini. Mengingat portofolio sektoral yang dibentuk adalah portofolio optimal statis dimana alokasi asset hanya dilakukan satu kali diawal investasi, maka dilakukan strategi rebalancing frekuensi yaitu bulanan, enam bulanan dan tahunan. Strategi rebalancing portofolio sektoral akan diuji dengan metode statistik yaitu uji wilcoxon signed rank test yang merupakan uji non parametrik dua sampel yang berpasangan untuk melihat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata imbal hasil, tingkat risiko dan rasio Sharpe antara strategi rebalancing dan tanpa rebalancing. Data yang digunakan adalah harga saham bulanan dari tahun 2011 sampai 2015. Hasil pemilihan alternatif strategi rebalancing menunjukkan bahwa strategi rebalancing menurunkan risiko investasi dibanding dengan tanpa rebalancing. Strategi rebalancing tidak menunjukkan peningkatan rata-rata imbal hasil yang signifikan dibanding dengan tanpa rebalancing. Hasil pemilihan alternatif strategi rebalancing saat kondisi market bearish di tahun 2015 menunjukkan bahwa strategi rebalancing bulanan merupakan strategi yang dapat menurunkan risiko investasi terendah. Strategi rebalancing tidak dapat meningkatkan rata-rata imbal hasil pada kondisi market bearish. Kinerja strategi rebalancing pada kondisi market bearish kurang efektif dibandingkan dengan kinerja strategi rebalancing pada kondisi market tidak bearish.
Copyrights © 2021