Kasus perilaku seksual menyimpang pada penyandang disabilitas intelektualsemakin meningkat. Perilaku seksual tersebut muncul karena adanya dorongan hasratseksual. Fantasi seksual diketahui dapat memfasilitasi individu untuk menyalurkan hasratseksual. Penelitiain ini bertujuan untuk mengidentifikasi isi fantasi dan situasi di mana fantasiitu terjadi, serta mendeskripsikan perilaku sebagai ekspresi dari fantasi seksual. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalampenelitian ini berjumlah dua orang. Partisipan pertama berjenis kelamin pria dan partisipankedua berjenis kelamin wanita. Kedua partisipan merupakan siswa lulusan Balai BesarRehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) di Temanggung. Hasiltemuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat stimulus yang dapat mendorongpartisipan untuk melakukan fantasi seksual. Isi fantasi seksual kedua partisipan di dominasioleh fantasi seksual dengan pasangan masa depan, fantasi hubungan intim, serta fantasibentuk tubuh dan alat kelamin. Terdapat perbedaan isi fantasi pada partisipan pria danwanita. Partisipan pria memiliki fantasi seksual yang lebih variatif. Penyandang disabilitasintelektual memiliki fantasi seksual yang bersifat real.Kata kunci: fantasi seksual, perilaku seksual, disabilitas intelektual
Copyrights © 2021