Aceh merupakan pintu penyebaran agama Islam pertama kali di Nusantara. Hal ini tandai dengan berdirinya kerajaan Islam pertama seperti Kerajaan Perlak, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam. Selain itu juga ada beberapa tokoh ilmuan sebagai tanda majunya ilmu pengetahuan tentang Islam di Asia Tenggara. Tujuan dari tulisan ini untuk mengetahui bagaimana perekonomian kerajaan Aceh Darussalam era Sultan Iskandar Muda. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Sumber data diperoleh dari studi kepustakaan yang relevan. Hasil dari tulisan ini yaitu kebijakan yang dilakukan Sultan Iskandar pada masa kepemimpinannya berhasil membentuk angkatan bersenjata dengan tujuan untuk melancarkan visi dan misi kerajaan Aceh yakni membebaskan dan melindungi Aceh dari serangan penjajah yang berusaha untuk merebut kekuasaan Aceh. Sultan Iskandar Muda juga menerapkan kebijakan yang cukup ketat terhadap perekonomian dengan cara menaikan harga pasar serta membangun bandar di Aceh dengan memperketat pengawasannya terhadap orang asing. Dari adanya kebijakan tersebut membuat bangsa-bangsa asing berpikir dua kali untuk menyerang kerajaan Aceh. Pada saat puncak kejayaan Aceh dalam masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda kebijakan politik dan ekonominya sudah meluas hingga Semenanjung Malaka. Aceh juga termasuk kerajaan yang memiliki basis suplus komoditi perdagangan dari daerah pedesaannya, disamping memiliki sumber pendapatan lain dari kegiatan perdagangan di kota Bandar.
Copyrights © 2020