Studi ini membuktikan unsur-unsur yang berkontribusi terhadap alokasi belanja modal di 34 provinsi se-Indonesia. Data diperoleh berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2016-2018. Determinan alokasi belanja modal meliputi, PAD, dana perimbangan, SiLPA, dan rasio ruang fiskal. Data dianalisis menggunakan teknik multiple regression. Hasil analisis, secara bersama-sama keempat unsur tersebut berkontribusi terhadap belanja modal sebesar 69,8%. Secara parsial, PAD tidak memengaruhi alokasi belanja modal dan dana perimbangan merupakan faktor paling dominan (28,94%) terhadap alokasi belanja modal. Dengan adanya kajian ini diharapkan berdampak pada manajemen pemerintah yang andal dan bersih. Manajemen pemerintah yang bersih menjadi harapan masyarakat/publik dalam kaitannya dengan layanan publik yang berkualitas.
Copyrights © 2021