Batik adalah salah satu kekayaan budaya asli Indonesia yang telah diwariskan oleh nenek moyang, merupakan kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan pada kain. Kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasannya tersendiri. Berdasarkan studi yang dilakukan di salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Daerah Karang Ploso, Kabupaten Malang bernama “Batik Kalosa”, bahwa produsen batik tulis memiliki kendala dalam proses mencairkan malam serta mempertahankan level kecairan malam. Selama ini aroma gas yang digunakan untuk mencairkan malam yang mengganggu proses pembuatan batik itu sendiri. Dengan permasalahan yang dialami produsen batik, maka peneliti membuat sebuah inovasi yaitu, pembuatan kompor listrik yang bertujuan untuk meningkatan kehandalan produksi batik dan juga proses memproduksi batik tulis. Metode penelitian dimulai dari survei lokasi, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan kompor listrik, pengujian peralatan alat dan pengaplikasian alat selama 7 hari. Hasil yang didapat yaitu pencairan menggunakan kompor listrik lebih cepat 5 menit dibandingkan menggunakan kompor konvensional, dan tidak menimbulkan asap hasil pembakaran.
Copyrights © 2021