Jurnal Kedokteran: Media Informasi Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Vol 5 No 2 (2020)

PERBANDINGAN SENSITIVITAS CO-AMOXICLAV DAN OFLOXACIN TERHADAP KUMAN AEROB PENYEBAB OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSUD PROVINSI NTB

Herlina Wati (Unknown)
Oka Juniawan (fakultas kedokteran unizar)
Ayu Trisna (fakultas kedokteran unizar)



Article Info

Publish Date
13 Jun 2020

Abstract

Otitis media supuratif kronis merupakan infeksi kronis di telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan sekret yang keluar dari telinga tengah terus-menerus atau hilang timbul dan salah satu penyakit yang sering ditemukan pada telinga. Otitis media supuratif kronis sering disebabkan oleh kuman aerob. Dalam penanganannya dapat diberikan antibiotik, beberapa antibiotik yang sering digunakan adalah co-amoxiclav dan ofloxacin. Tujuan penelitian adalah membandingkan sensitivitas co-amoxiclav dan ofloxacin terhadap kuman aerob penyebab otititis media supuratif kronis di RSUD Provinsi NTB. Metode Penelitian ini menggunakan desain jenis analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. 50 pasien otitis media supuratif kronis diswab untuk pengambilan sekret telinga dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Uji sensitivitas antibiotik diuji dengan metode dilusi. Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples Test dengan tingkat signifikasi p < 0,05. Dari 50 pasien didapatkan penyebab otitis media supuratif kronis terbanyak adalah Pseudomonas Aeruginosa (32,0%). Co-amoxiclav sensitif terhadap gram positif (26,0%) dan gram negatif (14,0%) dengan total 40,0%. Ofloxacin sensitif terhadap gram positif (24,0%) dan gram negatif (46,0%) dengan total 70,0%. Dari hasil uji didapatkan p-value 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan sensitivitas co-amoxiclav dan ofloxacin terhadap kuman aerob penyebab otitis media supuratif kronis.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

kedokteran

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Kedokteran diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram dengan frekuensi 2 (dua) kali setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah dalam pengembangan Ilmu Kedokteran dan ...