Pakaian adat tradisional suku Buton merupakan karya seni budaya yang mengandung makna-makna dan nilai estetika terhadap pemakainya. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik, bentuk dan warna pada pakaian adat suku Buton di Kota Baubau. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pakaian adat tradisional Buton terdapat dua warna yang dijadikan sebagai warna dasar yakni hitam dan warna putih, walaupun warna-warna lainnya seperti warna merah, kuning, biru, hijau dan ungu tetap digunakan. Umumnya baju dan celana pakaian adat tradisional Buton terdiri atas warna dan motif yang sama. Warna-warna tersebut mengandung beberapa arti bagi masyarakat Buton antara lain yang berhubungan proses kejadian alam dan manusia, serta arti yang menunjukkan sikap masyarakat Buton itu sendiri serta menyatakan bahwa di Buton terdapat penggolongan masyarakat. bahwa pakaian adat tradisional masyarakat suku Buton memiliki makna-makna secara khusus. Dalam arti bahwa masyarakat yang menggunakan pakaian adat tradisional tersebut memiliki ciri-ciri atau spesifikasi tertentu. Bagi masyarakat yang memiliki status sosial lebih tinggi dalam kehidupan masyarakat Buton memiliki ciri khas dari segi warna, bentuk, perhiasan dan jumlah aksesoris yang digunakan serta perlengkapan lainnya
Copyrights © 2020