Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora
Vol 6, No 2 (2020)

MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT TRADISIONAL SUKU BUTON DI KOTA BAUBAU

Abdul Asis (balai pelestarian nilai budaya sulawesi selatan)
Herianah Herianah (Balai Bahasa Sulsel)



Article Info

Publish Date
23 Dec 2020

Abstract

Pakaian adat tradisional suku Buton merupakan karya seni budaya yang mengandung makna-makna dan nilai estetika terhadap pemakainya. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik, bentuk dan warna  pada pakaian adat suku Buton di Kota Baubau. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data pengamatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pakaian adat tradisional Buton terdapat dua warna yang dijadikan sebagai warna dasar yakni hitam dan warna putih, walaupun warna-warna lainnya seperti warna merah, kuning, biru, hijau dan ungu tetap digunakan. Umumnya baju dan celana pakaian adat tradisional Buton terdiri atas warna dan motif yang sama. Warna-warna tersebut mengandung beberapa arti bagi masyarakat Buton antara lain yang berhubungan proses kejadian alam dan manusia, serta arti yang menunjukkan sikap masyarakat Buton itu sendiri serta menyatakan bahwa di Buton terdapat penggolongan masyarakat.  bahwa pakaian adat tradisional masyarakat suku Buton memiliki makna-makna secara khusus. Dalam arti bahwa masyarakat yang menggunakan pakaian adat tradisional tersebut memiliki ciri-ciri atau spesifikasi tertentu. Bagi masyarakat yang memiliki status sosial lebih tinggi dalam kehidupan masyarakat Buton memiliki ciri khas dari segi warna, bentuk, perhiasan dan jumlah aksesoris yang digunakan serta perlengkapan lainnya

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

pangadereng

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora is an open access, a peer-reviewed journal published by Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan. ...