ABSTRAKPertumbuhan waralaba di Indonesia berawal dari masuknya waralaba pada tahun 80-90an dengan berdirinya KFC, Swensen dan Shakey Pisa yang kemudian diikuti oleh Burger King dan Seven Eleven. Perusahaan waralaba di Indonesia pun mulai bermunculan, salah satunya adalah yang termasuk pelopor waralaba di Indonesia yaitu Es Teler 77. Lambat laun waralaba di Indonesia mengalami Perkembangan Pesat, dan tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Salah satu waralaba terbesar di Indonesia adalah Alfamart. Guna menghadapi ketatnya persaingan minimarket berbasis waralaba di Indonesia, tentunya Alfamart menerapkan strategi-strategi dalam mejalankan usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektivitasan strategi yang diterapkan Alfamart. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengkaji persepsi konsumen mengenai efektif dan tidak efektiftnya strategi yang digunakan oleh Alfamart dan seberapa banyak konsumen yang mengetahui tentang fasilitas yang diberikan Alfamart. Variabel dalam penelitian ini adalah, Alfagift, Alfa X, Diskon, Alfability, dan lokasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah berbelanja atau menggunakan fasilitas Alfamart. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 151 orang konsumen. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa Strategi Pemilihan Lokasi, Diskon Rutin, dan AlfaBility merupakan strategi yang efektif karena sangat menguntungkan dengan membawa respon positif dari konsumen. Sehingga dengan menerapkan strategi ini akan menimbulkan dampak yang positif pula bagi masyarakat sebagai konsumen maupun dari sisi Alfamart sebagai perusahaan. Sedangkan, Alfa X dan AlfaGift merupakan strategi yang kurang efektif dikarenakan banyak konsumen yang belum mengetahui akan adanya fasilitas tersebut, serta banyak pilihan lain bagi konsumen untuk mendapatkan manfaat tersebut dari fasilitas serupa.Kata kunci : Alfamart; Penilaian Konsumen; Persepsi; StrategiABSTRACTThe growth of franchising in Indonesia began with the arrival of franchising in the 80-90s with the appereance of KFC, Swensen and Shakey Pisa then followed by Burger King and Seven Eleven. Franchise companies in Indonesia also began to grow, one of the pioneers of franchising in Indonesia, that called Es Teler 77. Gradually franchising in Indonesia experienced a rapid development, and spread almost all over Indonesia. One of the largest franchises in Indonesia is Alfamart. In order to face the tight competition for minimarkets franchise-based in Indonesia, Alfamart applying strategies in order to run his business. The data analysis that we used in this research is descriptive analysis which aims to examine the perceptions of students and consumers about the effectiveness of the strategies that Alfamart used and how many consumers that know about Alfamart’s facilities. The variables in this study are: Alfagift; Alfa X; Discount; Alfability; and the location. The population that we used in this study were consumers from various regions and students of the State University of Surabaya. The number of samples in this study were 151 respondents who were taken using a questionnaire. The results of data processing indicate that the Location Selection Strategy, Routine Discount, and AlfaBility are strategies that effective because they are giving more profitable by providing positive responses from consumers. With the result by implementing this strategies will have a positive impact on the society as consumers and from the side of Alfamart as a company. Meanwhile, Alfa X and AlfaGift are strategies that less effective because most of consumers do not know about these facilities, also there are other options for consumers to get these benefits from similar facilities. Keywords: Alfamart; Consumer Perception; Perception; Strategy
Copyrights © 2021