ABSTRAK - Salah satu masalah utama yang dihadapi Gereja adalah bagaimana peran wanita dalam kepemimpinan Gereja dipahami. Ada dua pandangan utama mengenai hal ini, yakni: 1) wanita dapat membantu dan melayani Gereja, tetapi tidak memenuhi syarat untuk mengambil jabatan Gerejawi dan menerima tahbisan, serta 2) wanita dapat membantu dan melayani Gereja karena memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Gerejawi dan menerima tahbisan. Pandangan ini telah menjadi perdebatan dalam perjalanan Gereja sepanjang zaman. Ada perdebatan apakah teks-teks Rasul Paulus menyetujui atau menentang pandangan tentang diakon wanita. Harus diakui bahwa fungsi jabatan diakon adalah fenomena historis dalam kehidupan Gereja. Namun, kalau jabatan itu juga ternyata pernah dipegang oleh beberapa wanita, maka Gereja ‘tidak seharusnya’ melarang tahbisan diakon bagi wanita. Tentu, tidak mungkin semua tokoh wanita yang pernah terlibat dalam pelayanan Rasul Paulus akan saya bahas. Dalam artikel ini, saya hanya akan membahas mengenai Febe. Mengapa harus tokoh Febe yang dipilih? Karena Febe dengan jelas disebut oleh Rasul Paulus sebagai “pelayan jemaat di Kengkrea”, sebuah definisi bagi arti diakon itu sendiri. ABSTRACT - One of the main problems that facing by the Church is how the role of women in Church leadership is understood. There are two main views on this matter, namely: 1) women can help and serve the Church, but do not qualify for taking ecclesiastical positions and cannot be ordained, and 2) women can help and serve the Church with the ordination position because they are eligible to occupy ecclesiastical positions. This view has been a debate in the course of the Church throughout the ages. There is debate as to whether Paul's texts agree or oppose the view of female deacons. It must be recognized that the function of the office of deacon is a historical phenomenon in the life of the Church. However, if that position also turns out to have been held by several women, then the Church "should not" prohibit the ordination of deacons for women. Of course, it is unlikely that all the women who have been involved in Paul's ministry will be discussed. In this artikel, I will only discuss about Phoebe. Why should Phoebe be chosen? Because Phoebe is clearly referred to by Paul as "servant of the church at Cenchreae", a definition for the meaning of the deacon itself.
Copyrights © 2020