Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban
Vol 14, No 2 (2020): Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban

SAKSI BISU EKSISTENSI BELANDA DI AGAM (MAKAM LAREH CANDUANG SERTA GELAR DALAM SISTEM BIROKRASI BELANDA DI MINANGKABAU)

Vika Afriani Putri (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Dec 2020

Abstract

Masuknya Belanda ke Minangkabau berawal dari konflik antara kaum adat dan ulama. Kaum adat meminta bantuan kepada Belanda untuk memerangi Paderi, perpecahan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk memasuki daerah pedalaman hanya dengan melalui jalur diplomasi. Situs Makam Lareh Canduang ialah bukti keberadaan kekuasaan Belanda di daerah pedalaman Minangkabau (Agam), yang pada area tersebut terdapat tiga buah makam. Makam tersebut ialah makam seorang kepala lareh, yaitu sebuah jabatan yang diberikan Belanda kepada penghulu setempat yang mau diajak bekerja sama dengan pihak Belanda. Pemberian gelar dan jabatan merupakan bukti berpengaruhnya kekuasaan Belanda di daerah Pedalaman Minangkabau. Invansi Belanda tersebut karena hasil bumi yang menjadi tujuan utama perdagangan terdapat di daerah pedalaman seperti kopi, lada, cengkeh dll. Kedatangan Belanda yang berujung merugikan penduduk pribumi tersebut mendapat hadangan dari kaum Paderi dengan terjadinya berbagai bentuk perlawanan.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

hadharah

Publisher

Subject

Religion Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Focus: Hadharah: Jurnal Keislaman dan Peradaban is dedicated to promoting scholarly discourse and critical engagement in the interdisciplinary fields of history, culture, and Islamic studies. It seeks to explore the intricate connections between historical narratives, cultural practices, and the ...