Masuknya Belanda ke Minangkabau berawal dari konflik antara kaum adat dan ulama. Kaum adat meminta bantuan kepada Belanda untuk memerangi Paderi, perpecahan tersebut dimanfaatkan Belanda untuk memasuki daerah pedalaman hanya dengan melalui jalur diplomasi. Situs Makam Lareh Canduang ialah bukti keberadaan kekuasaan Belanda di daerah pedalaman Minangkabau (Agam), yang pada area tersebut terdapat tiga buah makam. Makam tersebut ialah makam seorang kepala lareh, yaitu sebuah jabatan yang diberikan Belanda kepada penghulu setempat yang mau diajak bekerja sama dengan pihak Belanda. Pemberian gelar dan jabatan merupakan bukti berpengaruhnya kekuasaan Belanda di daerah Pedalaman Minangkabau. Invansi Belanda tersebut karena hasil bumi yang menjadi tujuan utama perdagangan terdapat di daerah pedalaman seperti kopi, lada, cengkeh dll. Kedatangan Belanda yang berujung merugikan penduduk pribumi tersebut mendapat hadangan dari kaum Paderi dengan terjadinya berbagai bentuk perlawanan.
Copyrights © 2020