PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik
Vol. 1 No. 01 (2021): ADMINISTRASI PUBLIK

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROWISATA BELIMBING TASIKMADU DI DESA TASIKMADU KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN

Novi Yudianti (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tuban)



Article Info

Publish Date
01 May 2021

Abstract

Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur dengan slogan utamanya yaitu Tuban Bumi Wali. Obyek wisata andalan di Kabupaten Tuban adalah wisata religi Makam Sunan Bonang dan Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi. Dengan memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan religi mendorong Pemerintah Kabupaten Tuban mengembangkan Agrowisata Belimbing Tasikmadu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun, hasil observasi dan wawancara dengan pengelola agrowisata menunjukkan bahwa kawasan Agrowisata Belimbing Tasikmadu belum mampu menarik wisatawan untuk berkunjung dan menjadi destinasi wisata secara maksimal. Oleh karena itu, perlu diketahui sejauh mana implementasi kebijakan pengembangan kawasan Agrowisata Belimbing Tasikmadu dalam rangka memaksimalkan potensi wisata yang ada. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat Implementasi Kebijakan tersebut. Peneliti menggunakan model implementasi kebijakan Goerge C. Edwards III dengan variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Obyek penelitian ini adalah Kawasan Agrowisata Belimbing Tasikmadu di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Informan dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan kawasan agrowisata belimbing tasikmadu. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini: (1) implementasi kebijakan pengembangan kawasan agrowisata belimbing tasikmadu di Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban sudah dilaksanakan namun belum optimal baik dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. (2) Faktor pendukungnya adalah adanya regulasi, letak strategis, sarana dan prasarana yang memadai, kualitas rasa buah Belimbing yang manis dan segar, kuliner khas Tuban serta tiket gratis. Sedangkan faktor penghambatnya adalah tidak terdapat tim teknis, status kepemilikan lahan milik perorangan, belum ada SOP, fasilitas atraksi wisata terbatas, ketersediaan buah belimbing yang tidak selalu melimpah sepanjang tahun, dan promosi belum maksimal.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

praja

Publisher

Subject

Humanities Social Sciences

Description

PRAJA Observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik, e- ISSN: 2797-0469 ini diterbitkan oleh Departemen Aksiologi, Community of Research Laboratory Surabaya, Indonesia sebagai media komunikasi dan diseminasi hasil penelitian dan karya ilmiah di bidang Administrasi Publik; Manajemen Publik; ...