Remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan hormonal merupakan pemicu timbulnya dorongan motivasi seksual. Rangsangan dari lingkungan seperti TV dan internet tentang perilaku seksual serta faktor gizi menyebabkan hormon seksual muncul lebih awal sehingga remaja cenderung lebih cepat mengalami perkembangan seksual. Maraknya perilaku seksual remaja saat ini sudah semakin memprihatinkan dan cenderung meningkat baik dari segi kuantitas maupun ketajaman kasus-kasus yang terjadi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain studi cross-sectional untuk mencari hubungan antara variabel independen akses media pornografi dengan variabel dependen perilaku seksual remaja di Kabupaten Sleman. Sampel diambil pada remaja yang berada di kelas XI SMAN 2 Ngaglik dengan teknik purposive sampling sejumlah 198 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui google form. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil uji pearson product moment, diperoleh p-value=0,04 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan akses media pornografi dengan perilaku seksual remaja. Ada hubungan antara akses media pornografi dengan perilaku seksual remaja
Copyrights © 2020