Lansia mengalami kemunduran fisik yang menyebabkan lansia mengalami penurunan aktivitas. Salah satu upaya untuk mengatasinya adalah dengan melakukan senam aerobik low impact. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap nyeri sendi lutut pada lansia. Jenis penelitian adalah quasi eksperiment dengan rancangan pre and post test control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 30 lansia, dengan analisis uji statistik Wilcoxon dan Mann Whitney. Nilai rata-rata nyeri sendi lutut lansia pada kelompok perlakuan sebelum senam 4,47 dan sesudah senam 2,13. Perbedaan mean pretest dan posttest adalah 2,34 (terjadi penurunan rata-rata skor nyeri 2,34) dengan p=0,001(<0,05), sedangkan nilai rata-rata nyeri sendi lutut lansia pada kelompok kontrol sebelum 5,40 dan sesudah 5,40 dengan p-value=1,000 (>0,05). Selisih mean skor nyeri posttest kelompok kontrol dan perlakuan 3,27 hasil uji mann whitney p-value=0,000 (<0,05). Ada perbedaan yang signifikan skor nyeri sendi lutut lansia pada kelompok perlakuan sebelum dan sesudah senam. Ada perbedaan nyeri sendi lutut lansia pada kelompok kontrol dan perlakuan sesudah diberikan intervensi sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian senam aerobik low impact dapat menurunkan skor nyeri sendi lutut pada lansia.
Copyrights © 2020