Ketahanan remaja merupakan ketahanan dari keluarga. Saat ini di Indonesia terdapat jumlah remaja yang banyak, dimana satu dari empat penduduknya adalah remaja.Godaan dan tantangan ada di hadapan remaja, salah satunya adalah terjadinya pernikahan dini. Diperkirakan satu dari lima anak perempuan di Indonesia menikah sebelum mereka mencapai usia 18 tahun. Pada usia tersebut merupakan masa untuk belajar dan sekolah. Sebagian diantara mereka terdapat di Gunung Kidul dengan proporsi 13,6%. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu penyebab terjadinya pernikahan dini. Sekolah memiliki peran strategis dalam upaya menurunkan pernikahan dini. Tujuannya untuk mengetahui peran sekolah yang meliputi kepala sekolah dan guru kelas dalam upaya menurunkan pernikahan dini. Jenis penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran yang nyata dan memperolah informasi mendalam.Pelaksanaan penelitian bulan Februari-Desember 2019 di 7 sekolah menengah pertama wilayah Kecamatan Semin, Gunung Kidul. Informan utama 10 guru kelas VIII dan kepala sekolah, sedangkan informan pendukung adalah wali murid sebanyak 10 orang. Informan utama diambil secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Seluruh kepala sekolah telah menyelenggarakan kegiatan intra/ekstrakurikuler dalam upaya menurunkan kejadian pernikahan dini, namun masih dibutuhkan upaya yang lebih besar dan memperkuat kerjasama lintas sektoral, Seluruh guru kelas memiliki pemahaman yang baik terkait tugas utama maupun tugas pendukung, Seluruh guru kelas dalam menjalankan perannya mempunyai banyak faktor penghambat sesuai dengan kondisi tempatnya mengabdi. sekolah memilik iperan yang baik dalam upaya menurunkan pernikahan dini, namun perlu ditingkatkan.
Copyrights © 2019