Remaja putri mempunyai risiko lebih besar terhadap kejadian anemia, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pengelolaan pola makan yang memenuhi unsur gizi seimbang dan juga karena perilaku remaja dalam mengkonsumsi makanan sebagai sumber zat gizi.Pengabdian dilakukan pada tanggal 15 Oktober – 21 November 2020 dengan melibatkan remaja putri (santri) yang ada di pondok pesantren Pangeran Diponegoro.Pengabdian dilakukan dalam bentuk pemeriksaan hb, penyuluhan dan diskusi tentang anemia dan gizi remaja yang meliputi konsep dasar anemia, diet sehat remaja, dan pola makan remaja.Hasil pengabdian terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan gizi remaja sesudah penerapan metode CBT. Remaja dengan pengetahuan rendah dan cukup 63,93% menjadi 12,12%. Dari aspek sikap dan pola makan juga mengalami peningkatan menjadi 100% sikap positif dan pola makan baik. Sebelum kegiatan para remaja mempunyai pemahaman yang keliru tentang anemia, dan sumber gizi yang dibutuhkan remaja.Setelah kegiatan, para remaja mengetahui dampak yang ditimbulkan jika mengalami anemia, serta mempunyai kommitmen yang baik untuk mengatur pola makan/konsumsi zat gizi seagai upaya pencegahan anemia. Penerapan metode Cognitif Behavioral Therapy yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan dan perubahan sikap remaja terkait pengelolaan gizi untuk mencegah anemia
Copyrights © 2020