Permasalahan perempuan dan anak cukup kompleks karena penanganan yang rutin dan terstruktur, petugas yang terbatas, banyak warga tidak mau mengungkap masalahnya secara langsung pada yang berwenang. Kendala demikian perlu diatasi tepat agar masalah perempuan dan anak yang terjadi di masyarakat cepat terdeteksi dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang. Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah sebuah sistem informasi yang bisa diakses oleh Satuan Tugas Penanganan Perempuan dan Anak, dinas sosial, kepala desa, dan masyarakat. Sistem informasi sudah menjadi hal yang vital bagi organisasi dengan tingkat kompleksitas yang berbeda. Sistem informasi yang baik membutuhkan proses pengujian yang ketat. Penelitian ini menggunakan metode pengujian black-box dan user acceptance. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kesalahan/kelemahan yang ada pada sistem, terutama pengecekan funsionalitas sistem apakah sudah berjalan sebagaimana mestinya sebelum digunakan oleh user. Pengujian juga untuk mengetahui kelayakan sistem berdasarkan respon dari user. Berdasarkan pengujian black-box yang melibatkan stakeholder untuk mengetahui apakah masukan dan luaran sesuai dengan hasil yang diharapkan, terlihat bahwa sistem dapat berjalan berdasarkan aturan bisnis yang ada dengan menerapkan validasi yang akurat. Berdasarkan pengujian user acceptance diperoleh respon user lebih cenderung ke aspek positif yaitu 88% memberikan respon positif dan 12% untuk repson negatif yang berarti sistem dapat diterima dan bisa diterapkan
Copyrights © 2020