Kejahatan dunia maya semakin meningkat seiring dengan berkembangnya teknologi yang meningkat. Kasus kejahatan penipuan online shop menjadi salah satu tindak kejahatan yang sering terjadi. Kejahatan ini memanfaatkan salah satu aplikasi Instant Messenger yang cukup populer yaitu Telegram. Telegram berbasis desktop merupakan salah satu aplikasi yang dapat dijalankan pada komputer, khususnya komputer sistem operasi Windows 10. Semua aplikasi yang dijalankan pada komputer meninggalkan data dan informasi pada Random Access Memory (RAM). Data dan informasi tersebut dapat diperoleh dari RAM menggunakan teknik live forensics yang dapat digunakan ketika komputer sedang berjalan dan terkoneksi internet. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti digital pada kasus penipuan online shop. Bukti digital tersebut diperoleh dengan menggunakan tools FTK Imager dengan mengakuisisi RAM pada komputer untuk mendapatkan data dan informasi pada RAM. Hasil penelitian ini diperoleh bukti percakapan antara tersangka dan korban menggunakan Telegram untuk mengungkap tindak kejahatan penipuan online shop.
Copyrights © 2020