Penilaian pegawai merupakan salah satu hal yang penting untuk mengembangkan sebuah organisasi atau institusi, baik swasta maupun pemerintah. Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) merupakan salah satu komponen yang mendukung suksesnya pendidikan baik di Sekolah maupun di Perguruan Tinggi. Penilaian PLP merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan. Penilaian PLP selama ini tidak menggunakan bobot subkriteria, sehingga subjektifitas sangat tinggi. Penggunakan pembobotan pada subkriteria mejadikan penilaian lebih objektif, karena penilaian tidak serta merta berasal dari penilai secara langsung. Tulisan ini memaparkan penggunaan metode Fuzzy AHP (Analytical Hierarchi Process) dan SAW (Simple Additive Weighting) untuk melakukan penilaian terhadap PLP. Metode Fuzzy AHP digunakan untuk melakukan pembobotan kriteria/subkriteria, sedangkan metode SAW digunakan untuk melakukan perankingan PLP. Penggunaan dua metode tersebut berhasil dilakukan di Laboratorium Terpadu Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memilih PLP terbaik dari 13 PLP yang ada dengan lebih objektif.
Copyrights © 2021