Masalah kependudukan di Indonesia sangat kompleks, baik dari segi kualitas, kuantitas, mobilitas/persebaran, informasi dan administrasi kependudukan. Estimasi Jumlah penduduk Indonesia tahun 2018 dengan angka pertumbuhan penduduk yang masih tergolong tinggi yaitu sekitar 1,49% per tahun. Rendahnya partisipasi pria dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, sikap pria dan kondisi sosiobudaya masyarakat. Pria yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Keluarga Berencana, tidak akan termotivasi untuk berperan serta dalam menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods, pendekatan kuantitatif (cross sectional) dan pendekatan kualitatif (thematic), sampel dalam penelitian ini 97 responden dan 5 partisipan, dengan teknik sampel cluster random sampling. Analisis data dengan uji chi-square p < 0,05 dan uji regresi logistik. Ada hubungan bermakna antara faktor pengetahuan pria dengan nilai p = 0.04 (OR = 5.4 (95% CI = 1.0-28.0), sikap pria dengan nilai = 0.00 (OR = 5.7 (95% CI = 2.1-15.2) dan dukungan istri nilai = 00.00 (OR = 33 (95% CI = 9.7-112.2) dengan partisipasi pria dalam Keluarga Berencana. Faktor dominan yang mempengaruhi partisipasi pria dalam Keluarga Berencana adalah dukungan istri. Adanya hambatan dalam penggunaan Keluarga Berencana pria seperti larangan agama Islam, kurangnya kesadaran serta anggapan pria pasangan usia subur tentang Keluarga Berencana itu adalah hanya urusan perempuan.
Copyrights © 2021