Konsumsi makanan merupakan salah satu faktor yang secara langsung berpengaruh terhadap status gizi seseorang terkhusus pada balita sebab kesehaan balita salah satu indikator kualitas sumber daya manusia. Gangguan gizi pada tahap ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Keluarga dengan kategori miskin berisiko mengalami masalah kekurangan gizi pada balita kondisi ini berefek pada rendahnya daya beli keluarga dalama memenuhi kebutuhan gizi khususnya pada balitanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini 86 orang ibu yang memiliki balita dengan tehnik pengambilan sampel total sampling atau sampling jenuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi balita dengan nilai p-value 0,002. Diharapkan kepada institusi kesehatan terutama puskesmas tambang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dalam memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada ibu balita khususnya tentang alternative pemenuhan kebutuhan gizi.
Copyrights © 2018