AbstrakPertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu 2005-2018 beberapa kali mengalami penurunan.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak kebijakan moneter dan kebijakan fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan periode penelitian 2005:1-2018:12. Data dalam penelitian ini dikategorikan dalam dua blok, yaitu blok kebijakan moneter yang terdiri atas suku bunga Bank Indonesia (Rate) dan jumlah uang beredar (M2). Sedangkan dalam blok kebijakan fiskal terdiri atas penerimaan pajak (T) dan pengeluaran pemerintah (G). Vector Error Correction Model (VECM) digunakan sebagai metode analisis dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua blok kebijakan dan pertumbuhan ekonomi memiliki keseimbangan jangka panjang (kointegrasi). Dalam jangka panjang, suku bunga Bank Indonesia (Rate) dan penerimaan pajak (T) memiliki hubungan yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi (Y), sedangkan jumlah uang beredar (M2) dan pengeluaran pemerintah (G) memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Sedangkan dalam analisis kausalitas diketahui bahwa tidak terdapat hubungan kausalitas (dua arah) diantara variabel, terjadi hubungan satu arah antara jumlah uang beredar (M2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y), dan pengeluaran pemerintah (G) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y).
Copyrights © 2021