Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis fenomena sindrom FoMO (Fear of Missing Out) yang terjadi pada Generasi Milenial di kota Depok. Penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik, dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif pendekatan fenomenologi, dimana teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa Milenial yang mengalami sindrom FoMO (Fear of Missing Out) memiliki karakteristik gaya hidup yang lebih sering menghabiskan waktu dengan handphone, dan bagi mereka mengakses media sosial merupakan hal yang penting, karena dengan adanya media sosial terjalinnya hubungan emosional yang membuat diri mereka sering kali memperhatikan postingan teman-teman mereka dimedia sosial, mereka juga memposting suatu hal yang ingin dilihat oleh orang lain, dengan memperlihatkan sesuatu yang baik-baik saja, dan tidak ingin menampilkan kelemahan mereka, karena bagi mereka penilaian orang lain mengenai dirinya sangatlah penting.
Copyrights © 2020