Latar belakang dari penelitian ini adalah ibadah Haji harus menjadi fokus utama untuk ditingkatkan, yang sifatnya fisik seperti akomodasi, konsumsi, dan transportasi harus ditingkatkan. Namun, bukan berarti yang nonfisik ditinggalkan. Maka harus menambah kualitas penyelenggaraan ini dengan sifatnya nonfisik yaitu dalam segi pelayanan manasik. Manasik haji ini memiliki tujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, khususnya tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji yang benar, maka manasik haji dianggap penting dan harus diikuti dengan sungguh-sungguh oleh setiap calon jamaah haji. Dengan demikian tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana implementasi pelayanan manasik calon jamaah haji di KBIHU Haramain kota Pekanbaru. Informan penelitian ini berjumlah empat (4) orang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi pelayanan manasik KBIHU Haramain terhadap calon jamaah haji memperhatikan lima (5) konsep kualitas pelayanan yaitu: Pertama, bukti fisik (tangibles) yang meliputi penampilan pegawai dan sarana prasarana. Kedua, kehandalan (reliability) yang meliputi akurat dan terpercaya. Ketiga, Ketanggapan (Responsiveness) yang meliputi pelayanan cepat dan tepat. Keempat, jaminan (assurance) yang meliputi kesopanan dan kompetensi. Kelima, perhatian individual (empathy) yang meliputi komunikasi dan perhatian pribadi.
Copyrights © 2021