Pengembangan kecerdasan spiritual di dunia pendidikan merupakan suatu yang relative baru.Hal ini dikarenakan lahirnya praktik korupsi, kekerasan seksual, pembegalan, tawuran dan pemukulan terjadi dimana- mana.MI Nurul Huda Kota Bengkulu merupakan lembaga pendidikan kejuruan yang berorintasi pada spiritual. Lembaga tersebut termasuk lembaga pendidikan yang mengedepankan keimanan dan ketakwaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengembangan kecerdasan spiritual melalui pendidikan agama Islam yang diterapkan di MI Nurul Huda Kota Bengkulu, dengan sub fokus mencakup (1), pendekatan pengembangan kecerdasan spiritual melalui pendidikan agama Islam (2), strategi pengembangan kecerdasan spiritual melalui pendidikan agama Islam (3), faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kecerdasan spiritual melalui pendidikan Agama Islam, yang dilakukan MI Nurul Huda Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan rancangan kasus tunggal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dandokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjangan keikut sertaan peneliti, teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, dan metode, dan ketekunan pengamatan. Imformasi penelitianya itu kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala kesiswan dan guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pendekatan pengembangan kecerdasan spiritual yang dilakukan MI Nurul Huda Kota Bengkulu adalah guru sebagai model dalam melaksanakan peraturan maupun kegiatan sekolah ; (2) Strategi pengembangan kecerdasan spiritual yang dilakukan MI Nurul Huda Kota Bengkulu ada tiga yaitu penanaman nilai-nilai Islami meliputi sembilan nilai yaitu nilai sabar, syukur, optimis, tawakkal, ikhlas, keberanian, keadilan, jujur, tawadhu, sedangkan Aktivitas-aktivitas Islamiya itu aktivitas harian, aktivitas mingguan, aktivitas bulanan dan aktivitas tahunan, dan simbol-simbol Islami meliputi masjid, kerudung, peci, dekorasi ; (3) faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kecerdasan spiritual melalui pendidikan Agama Islam, yang dilakukan MI Nurul Huda Kota Bengkulu yaitu Faktor pendukung berasal dari sesama guru dan lingkungan sekolah, sedangkan faktor penghambat, kurangnyasaranaprasarana yang mendukung, kurangnyadorongan/motivasidari orang tuatentangkeagamaan, kurangnyakesadarandiri, dan kurangnya kemampuan siswa dalam membagi waktu.
Copyrights © 2020