Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fragmentasi identitas dalam novel Bukan Cinta Sesaat karya Mira Widjaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan metode analisis menggunakan teori identitas dengan melihat fenomena-fenomena yang terkait dengan fragmentasi identitas itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan Mira Widjaja dalam novel Bukan Cinta Sesaat menunjukkan gejala kekerasan dan diskriminasi rasial terhadap etnis Tionghoa. Meskipun mengalami kekerasan dan diskriminasi tokoh Nina dihadirkan sebagai perempuan Tionghoa yang kuat dan berupaya menghadapi kerasnya hidup sebagai etnis minoritas. Kekerasan dan diskriminasi tersebut menyebabkan terjadinya fragmentasi identitas. Identitas yang terbangun adalah identitas yang terpecah-belah diakibatkan oleh situasi. Dalam hal ini, identitas yang terpecahbelah tersebut dialami oleh warga etnis Tionghoa seperti yang diceritakan di dalam novel. Adapun bentuk fragmentasi identitas yang muncul dalam novel ini yakni kecemasan dan keterasingan individu terhadap lingkungan sosialnya.
Copyrights © 2020