Zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) telah mengalami banyak pengembangan salah satunya adalah pemilihan kesesuaian parameter. Thermal front telah menjadi parameter utama dalam input informasi ZPPI LAPAN. Akurasi informasi thermal front yang digunakan sebagai input ZPPI tidak dapat diketahui dengan pasti signifikansinya karena faktor jarak informasi titik ZPPI terhadap lokasi tangkapan sehingga diperlukan pengembangan parameter untuk mendukung informasi thermal front tersebut. Thermal front merupakan daerah pertemuan dua massa air yang memiliki karakteristik suhu yang berbeda dan mengindikasikan kemunculan upwelling. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah potensi penangkapan ikan dengan pendekatan kesesuaian area thermal front dengan area mesotropik (konsentrasi klorofil-a 0,2-0,5 mg/m3). Data klorofil-a untuk deteksi area mesotropik dan suhu permukaan laut untuk thermal front berasal dari satelit Aqua MODIS di Google Earth Engine (GEE). Metode kesesuaian thermal front terhadap area mesotropik digunakan dalam analisis daerah potensi penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thermal front dan area mesotropik di WPPNRI 715 memiliki variasi terhadap musim, dengan bulan Desember sebagai puncak kejadian. Kedua parameter tersebut terdistribusi secara merata mulai dari area pesisir hingga laut lepas. Dari metode ini didapatkan thermal front yang memiliki kesesuaian area (bertampalan) terhadap area mesotropik sebesar 60,3%. Selain itu kelas ZPPI dengan tingkat kepercayaan tinggi memiliki jumlah lebih dari 50% ZPPI moderate, dimana jumlah tersebut sesuai ambang batas yang dapat diterima. Sehingga peningkatan akurasi lokasi ZPPI baik di pesisir maupun laut lepas dapat ditentukan melalui pendekatan ini.
Copyrights © 2020