Gambut merupakan salah satu sumberdaya lahan yang mempunyai fungsi hidroekologi dan berperan penting pada sistem biosfer sebagai sumber karbon, pengendali sirkulasi CO2, dan berpengaruh besar pada kondisi keseimbangan karbon di atmosfer bumi. Gambut merupakan tanah yang terbentuk dari bahan organik, yang berakumulasi dan semakin lama akan terbentuk penebalan lapisan gambut dengan jumlah bahan organik yang terakumulasi semakin banyak. Terdapat hubungan yang erat antara ketebalan gambut dengan kandungan bahan organik dan juga dengan kandungan karbon dalam bahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cadangan karbon di bawah permukaan berdasarkan pengukuran ketebalan gambut. Pengukuran ketebalan gambut dilakukan dengan membandingkan antara metode geofisika (tahanan jenis/geolistrik) atau vertical electrical sounding (VES) dengan komparasi manual (bor gambut). Estimasi cadangan karbon lahan gambut menggunakan geolistrik pada daerah penelitian di Blok I sebesar 121.021,80 ton/blok dan Blok II sebesar 78,360,49 ton/blok. Perbandingannya, estimasi cadangan karbon lahan gambut menggunakan bor tangan pada daerah penelitian di Blok I adalah 122.694,92 ton/blok dan Blok II adalah 75.021,13 ton/blok. Tidak ada perbedaan signifikan antara metode geolistrik dan bor manual pada lahan gambut di daerah penelitian.
Copyrights © 2020