Dinamika kehidupan anak jalanan selalu menyisakan berbagai tindakan kekerasan yang menyebabkan anak menjadi pelaku kekerasan bagi anak jalanan lain atau sebaliknya menjadi korban. Bagi anak jalanan hidup di jalan bukan pilihan akan tetapi kebutuhan yang harus dijalani. Mereka kerap kali berhadapan dengan kerasnya hidup di jalanan seperti kejahatan, kekerasan, maupun kebebasan. Tak ada seorang pun yang menginginkan untuk hidup di jalanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui relasi sosial yang terjadi antara anak jalanan dan komunitas jalanan untuk bertahan hidup di bawah tekanan dan keterbatasan. Kelompok anak dan komunitas jalanan memiliki ciri solidaritas kelompok yang membela salah satu anggotanya. Dinamika interaksi kelompok komunitas jalanan menghasilkan sebuah fenomena masyarakat jalanan dalam sosiologi budaya disebut sebagai solidaritas kelompok (group solidarity). Fenomena ini merupakan lawan dari semangat individualitistik dalam masyarakat umum
Copyrights © 2018