Masalah disabilitas berat tidak dapat direhabilitasi dan penyandang  tidak mampu melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan, minum, dan mandi, sehingga membutuhkan bantuan orang lain. Mereka tidak mampu dan tidak memiliki sumber penghasilan tetap baik dari mereka sendiri maupun dari orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar. Keluarga menjadi landasan bagi kehidupannya karena mereka tidak dapat mengakses layanan utama seperti program perawatan kesehatan dan distribusi permakanan, karena hambatan fisik. Bantuan pemerintah diharapkan dapat mengurangi beban keluarga untuk mengasuh dan merawat anggota yang menyandang disabilitas. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan pengamatan (observasi) dan wawancara dengan penerima manfaat. Data yang dikumpulkan dari 40 orang sebagai sampel dari 445 pria dalam program bantuan untuk cacat berat di Makassar. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian dari program bantuan sosial untuk penyandang disabilitas berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas berat. Implementasi program dapat diketahui untuk penyandang disabilitas berat dikatakan kurang efisien dalam hal waktu dan jumlah dana karena tidak sesuai dengan kebutuhan hidup sehari-hari bagi penerima manfaat. Harus dilakukan setiap bulan dan tidak terlambat dalam memberikan bantuan. Namun demikian bantuan dapat dikatakan efektif, karena berdampak positif bagi penerima manfaat mengingat bahwa penerima manfaat program adalah penyandang disabilitas, ternyata memiliki perubahan lebih baik yang ditandai dengan keterpenuhan kebutuhan makanan, penambahan gizi, dan peningkatan kesehatan
Copyrights © 2016