Dalam penelitian ini, konsep diri yang dimiliki oleh remaja broken home yaitu rendah dan cenderung memunculkan perilaku negatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep diri remaja broken home dan cara meningkatkan konsep diri (self concept) remaja broken home. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang yang memiliki inisial IS, AH, NA, dan RD. Konsep diri remaja broken home lebih rendah atau negatif. Ini dibuktikan dengan sikap, seperti merasa sedih, kurang percaya diri, berpikir negatif dan bahkan stres. Untuk meningkatkan konsep diri remaja broken home dilakukan dengan mengubah pola pikir subjek sehingga mereka selalu berpikir positif tentang diri mereka dan keluarga mereka, melalui konseling spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling spiritual mampu meningkatkan konsep diri remaja broken home menjadi positif, hal ini dapat dilihat dari sikap berpikir positif seperti bersikap tulus dan mampu menerima masalah yang dihadapi dan mampu mengendalikan emosi dengan mengingat Tuhan hati mereka menjadi tenang dan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik.
Copyrights © 2020