Agama patologi memuat tentang penyakit-penyakit yang menyimpang dari aturan dan konsep agama yang sesungguhnya. Patologis merupakan sifat kelainan yang keluar dari koridor dan mengubah sesuai dengan keinginan para pelakunya, agama patologis sama artinya dengan keberlainan prinsip dan konsep yang sebenarnya pada agama itu sendiri. Bentuk agama patologi tersebut merupakan bentuk yang yang tidak ada dalam aturan agama seperti radikalisme agama yaitu paham ekstrim. Radikalisme agama merupakan respon penolakann pada keadaan realitas yang terjadi dan menginginkan adanya perubahan terhadap realitas tersebut melalui sebuah tindakan yang menyimpang. Tindakan tersebut mulai dari yang halus sampai yang keras bahkan dengan aksi kriminal, kejahatan dan teror. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi konseling pada kasus agama pathologis: radikalisme agama. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu suatu kegiatan penelitian yang dilaksanakan dengan mengumpulkan data dari berbagai jenis literature dari perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Radikalisme agama dapat diatasi melalui peran konselor dan proses konseling seperti mengarahkan fungsi prefrontal cortex ke arah yang tepat melalui disputing (menghancurkan konsep yang salah) yang disebut irrational belief. Irrational belief adalah keyakinan yang bertentangan dengan realitas yang ada serta tidak sesuai dengan tujuan jangka panjang seseorang.
Copyrights © 2020