Sebagai sebuah pembentuk opini, film diuntungkan dengan fungsi komunikasi dan artistik yang dimiliki oleh bentuk medianya yang berupa audio dan visual. Representasi yang berbeda terhadap suatu makna teks yang disampaikan dalam sebuah film bisa membentuk opini publik yang berbeda pula, terlebih untuk isu-isu kontroversial yang membuat publik semakin salah kaprah dalam memahami suatu makna. Melalui kajian ini, penulis berusaha menemukan representasi teks film yang berbeda dengan makna yang ada dalam referensi ilmiah. Penulis membatasi masalah pada dua film horor Indonesia, yakni Kafir (Satanic) Tidak Diterima Bumi dan Kafir Bersekutu dengan Setan. Kedua film tersebut dikaji melalui analisis tekstual sehingga dapat diketahui sejauh mana pergeseran makna istilah ‘kafir’ yang direpresentasikan di dalam film. Hasil dari kajian mengungkapkan makna ‘kafir’mengalami pergeseran makna degradasi atau peyorasi menjadi lebih berkonotasi negatif seperti direpresentasikan secara eksplisit dalam dialog maupun dalam adegan film.
Copyrights © 2020