Dengan meningkatnya penduduk di Tanjungjaya, Kabupaten Kuningan seiring berjalannya waktu dan industrialisasi berdampak pada meningkatnya kebutuhan pemanfaatan ruang. Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya dapat menimbulkan kerusakan pada daerah tersebut terutama daerah yang secara ekologis sangat rentan keberadaannya, seperti daerah resapan air, dan rawan erosi. Di daerah penelitian sendiri perkembangan penduduknya sangat cepat sementara lahan yang tersedia sangat terbatas sehingga diperlukan adanya pengembangan wilayah salah satunya menggunakan analisis kesesuaian lahan berdasarkan kemampuan lahannya. Analisa kemampuan lahan berupa karakteristik fisik batuan, kemiringan lereng, bahaya geologi, potensi air tanah, drainase, dan curah hujan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penentuan kesesuaian lahan yang akan mengatur tata guna lahan. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan mengumpulkan data primer seperti peta geologi dan sekunder seperti peta Hidrogeologi, kemiringan lereng dll, dan metode kualitatif dengan menggunakan metode skoring, bobot dan overlay (timpang susun). Berdasarkan hasil pengolahan data analisis kesesuaian lahan, wilayah penelitian terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu wilayah kemungkinan (33%) yang siap dikembangkan untuk menjadi permukiman, wilayah kendala (45%) yang siap dikembangkan untuk menjadi permukiman namun membutuhkan rekayasa teknik, dan wilayah limitasi (22%) yang tidak cocok untuk dijadikan lahan permukiman, namun cocok dijadikan daerah konservasi.Kata Kunci: Geologi lingkungan, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, Kuningan, metode skoring, pengembangan wilayah
Copyrights © 2020