Daerah penelitian berada di Desa Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, ProvinsiMaluku. Secara geografis terletak pada koordinat 129°30’25,05” -129°33’37,59” BTdan 3°21’37,05”-3°24’50,25”LS, dipilih sebagai lokasi penelitian karena terdapatmanifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas. Tujuan penelitian untukmengetahui karakteristik fluida panas bumi dan perkiraan temperatur bawahpermukaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu pengamatan lapangan dananalisis berdasarkan data hasil laboratorium kimia mata air panas (THR-1, THR-2 danTHR-3). Hasil ploting rasio unsur kimia mata air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 memperlihatkan ketiga mata air panas termasuk tipe air bikarbonat pada kondisi“pheripiral waters” dengan kandungan HCO3 dominan. Hasil ploting rasio unsur kimiadari mata air panas pada diagram segitiga Cl-Li-B memperlihatkan ketiga mata airpanas di posisi tengah diagram segitiga Cl, Li dan B. Rasio unsur Cl dan B relatifseimbang, dengan kandungan Li yang rendah, dikarenakan Li mudah terserap olehmineral sekunder seperti klorit, kuarsa dan lempung, akibat reaksi dengan batuansamping yang dilaluinya saat fluida bergerak ke permukaan. Hasil ploting rasio unsurkimia dari mata air panas pada diagram segitiga Na-K-Mg memperlihatkan ketiga mataair panas terbentuk pada kondisi “partial equilibrium” mengindikasikan mata air panasyang muncul ke permukaan dipengaruhi oleh interaksi antara fluida dengan batuandalam keadaan panas bercampur dengan air permukaan. Hasil perhitungan denganmenggunakan persamaan geotermometer fluida terhadap ke tiga sampel mata air panasdiperkirakan memiliki temperatur reservoar, 129˚C-175 ˚C (sistem panas bumi bersuhusedang).
Copyrights © 2021