Jurnal Fitopatologi Indonesia
Vol 17 No 2 (2021)

Pengaruh Kombinasi Perlakuan Air Panas dan Kultur Jaringan terhadap Infeksi Virus pada Bawang Merah

Astri Windia Wulandari Wulandari (Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Bandung 40391)
Sobir Sobir (Department of Agronomy, IPB University)
Sri Hendrastuti Hidayat (Department of Plant Protection, IPB University)



Article Info

Publish Date
06 May 2021

Abstract

Sebagian besar petani bawang merah di Indonesia menggunakan umbi sebagai bahan perbanyakan meskipun banyak penyakit diketahui ditularkan melalui umbi. Perlakuan air atau udara panas pada organ aktif seperti biji atau umbi adalah metode yang umum digunakan untuk menghasilkan tanaman bebas virus. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan umbi bawang merah bebas virus melalui perlakuan air panas dikombinasikan dengan kultur jaringan. Deteksi virus sebelum perlakuan menggunakan Dot immuno binding assay (DIBA) untuk memastikan infeksi genus Potyvirus (Onion yellow dwarf virus/OYDV), Carlavirus (Shallot latent virus/SLV dan Garlic common latent virus/GCLV) dari umbi. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga faktor, yaitu kultivar (Sumenep dan Bima Curut), suhu (45 °C, 50 °C, dan suhu kamar), dan waktu pemanasan (15 dan 30 menit). Secara umum, perlakuan air panas yang dikombinasikan dengan kultur jaringan tidak memengaruhi kemampuan tumbuh dan jumlah daun planlet. Berdasarkan deteksi virus menggunakan RT-PCR, suhu 45 °C selama 15 menit mampu mengeliminasi 100% Potyvirus dan Carlavirus pada bawang merah ‘Bima Curut’; sedangkan pada bawang merah ‘Sumenep’ perlakuan air panas pada suhu 50 °C selama 15 menit mampu mengeliminasi 100% Potyvirus dan 33.33% Carlavirus.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jfiti

Publisher

Subject

Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Fitopatologi Indonesia (JFI) is an official publication owned by the Indonesian Phytopathology Society (Perhimpunan Fitopatologi Indonesia). In 2010, JFI management was given to PFI Komda Bogor. Since then, JFI has been published 6 times (January, March, May, July, September, and ...