AbstrakTeknologi pengelasan saat ini telah diimplementasikan secara luas di berbagai aplikasi di dunia industri mulai dari aplikasi sederhana hingga yang rumit. Seiring majunya teknologi pengelasan dan kebutuhan kontruksi perusahaan dan bertambahnya kontruksi perusahaan maka perlu diteliti tentang kekuatan sambungan pada pengelasan, dan dengan posisi pengelasan yang sudah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil lasan, struktur mikro, distribusi kekerasan dan kekuatan tarik terhadap penggunaan jenis elektroda dan arus pengelasan. Baja S45C dilakukan pengelasan SMAW menggunakan elektroda E6010 dan E6016 dengan arus 100A. dan kecepatan disetting konstan. Teknik pengelasan yang digunakan adalah pengelasan SMAW dengan menggunakan arus listrik berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini metode eksperimen laboratorium. Dimana sebuah sampel diberi perlakuan kemudian di analisis hasilnya menggunakan uji analisis variance satu arah dan didapatkan hasil F hitung > F tabel sebesar 23,88 > 3,48 untuk variasi elektroda, Fhitung > F tabel Sebesar 198,40>3,48 untuk struktur mikro ferit dan Fhitung > Ftabel Sebesar 167,1 > 3,48 untuk struktur mikro perlit. Maka dapat disimpulkan ada pengaruh variasi elektroda dan struktur mikro ferit, perlit terhadap kekerasan sambungan las.Kata kunci: Elektroda, stuktur mickro ferit dan perlit.
Copyrights © 2021