Korosi adalah suatu serangan terhadap logam dan termasuk bahaya nasional , kerugian yang diakibatkannya begitu besar bahkan lebih dari pada bencana alam yang lainnya. Akan tetapi karena ketidak tahuan kita terhadap ancaman dan kejahatannya, membuat kita tidak menyadari fenomena yang sedemikian besar ini, dan ironisnya dengan suka rela kita menerima akan semua kerugian tersebut. Zat korosif yang sering kita jumpai adalah natrium korida dan juga asam sulfat terutama di bidang usaha batu bara yang berada di pesisir da juga kapal laut sebagai transportasi yang menggunakan jenis logam baja sebagai bahan utama perkakas. Penelitian dibuat bertujuan agar bisa memahami kejadian laju korosi secara teori pada baja karbon rendah (ST 42) dengan variasi campuran asam sulfat dengan natrium klorida. Pada perhitungan laju korosi didapatkan rata-rata laju korosi pada perbandingan 50:50% 4,207mpy pada 75:25% 3,432mpy dan perbandinngan 25:75% 9,229mpy. Hasil variasi campuran dianalisis menggunakan anova satu arah dan uji t. Didapat dari uji anova satu arah Fhitung > Ftabel (23,157 > 5,14) artinya bahwa pengaruh dari variasi campuran zat korosif sangat berpengaruh pada laju korosi. Hasil uji t pada perbandingan 50:50% dan 75:25% dengan thitungttabel (), pada perbandingan 75:25% dan 25:75% dengan thitung < ttabel (), pada berbandingan 50:50% dan 25:75% dengan thitung < ttabel (-2,712 < -2,132). Hasil analisis didapatkan bahwa laju korosi tercepat terjadi pada perbandingan campuran 25% asam sulfat dan 75% natrium klorida.
Copyrights © 2021