Diasumsikan bahwa tidak semua lulusan Pesantren berkeinginan menjadi ulama atau kiai dan tidak memilih bekerja di bidang agama. Oleh karena itu keterampilan lain seperti keterampilan akademik dan kemampuan yang merupakan bagian dari kecakapan hidup, harus diberikan kepada santri sebelum kembali hidup ditengah-tengah masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pendidikan life skill di Yayasan Yatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlisin Ciseeng Bogor. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan data yang diperoleh setelah melakukan penelitian dan menganalisis semua data yang diperoleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa; Implementasi komponen pembinaan kecakapan hidup sudah ada di Pondok Pesantren Al Mukhlisin yang dilaksanakan di bagian tersendiri yaitu tidak diselenggarakan dalam satuan kurikuler setingkat pendidikan di pesantren. Pelatihan kecakapan hidup diterapkan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler dimana tidak semua santri diwajibkan untuk mengikuti. Bagaimanapun, partisipasi tergantung pada kesadaran pribadi santri, yang disesuaikan dengan bakat dan minat santri.
Copyrights © 2020