Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya membutuhkan dana atau modal yang umumnya diperoleh melalui pasar uang dan pasar modal. Pasar modal memungkinkan investor memiliki berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi risikonya dimana perusahaan dapat menerbitkan instrumen keuangan di pasar modal untuk memperoleh dana. Inilah salah satu fungsi pasar modal yang memfasilitasi transfer dana dari pihak surplus kepada pihak yang membutuhkan dana. Salah satu instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar modal adalah obligasi. Kelayakan sebuah obligasi dapat dilihat melalui lembaga independen yang dapat memberikan peringkat pada obligasi. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peringkat obligasi. Menurut (Syaifullah & Soemantri, 2016) laba ditahan dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi namun berbeda dengan Susilowati dan Sumarto (2010) yang menemukan hasil bahwa profitabilitas dan laba operasi tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi, perbedaan hasil penelitian mengenai pengaruh laba ditahan, aliran kas operasi dan leverage pada peringkat obligasi juga ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Adrian (2010), (Estiyanti & Yasa, 2012) serta Sihombing dan Rachmawati (2015). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh laba ditahan, laba operasi, aliran kas operasi, leverage dan profitabilitas sebagai beberapa faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang menerbitkan obligasi dan terdaftar di BEI tahun 2017-2019. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Regresi logistik digunakan untuk menguji hipotesis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap peringkat obligasi. Sedangkan laba ditahan, laba operasi, arus kas operasi dan leverage tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
Copyrights © 2021